TASIKMALAYA, PERHUTANI (19/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menghadiri Rapat Koordinasi Mitigasi Dampak Kekeringan Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di Ruang Rapat Wakil Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/07). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dunia usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya. Perum Perhutani KPH Tasikmalaya pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) Salim beserta staf mewakili Administratur KPH Tasikmalaya.
Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya Melaui Kepala Sub Seksi HKAKP Salim menyampaikan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terpadu, khususnya pada kawasan hutan yang memiliki fungsi ekologis sebagai penyangga kehidupan.
“Perhutani berkomitmen mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan. Melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, kami terus memperkuat patroli preventif, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat sekitar hutan, serta mengoptimalkan upaya perlindungan kawasan hutan agar manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi hutan tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Salim.
Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menegaskan bahwa keberhasilan mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, Perhutani, instansi teknis, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi komitmen seluruh stakeholder, termasuk Perhutani, yang terus bersinergi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Dengan kolaborasi yang solid, kita dapat meminimalkan risiko bencana, menjaga fungsi lingkungan, dan melindungi masyarakat,” ungkap Asep Sopari Al Ayubi.
Rapat koordinasi diisi dengan pemaparan mengenai situasi siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, kesiapsiagaan sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air dan lingkungan, kesiapsiagaan sektor kesehatan, serta diskusi lintas sektor untuk menyusun langkah-langkah mitigasi yang terintegrasi dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026.
Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi tersebut, Perhutani KPH Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan seluruh stakeholder dalam mendukung mitigasi bencana, menjaga kelestarian hutan, serta meningkatkan ketahanan lingkungan dan keselamatan masyarakat. (Kom-PHT/Tsm/Irbas)