Perhutani KPH Cianjur Gandeng Mahasiswa UNB Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla di Sindangbarang

Lingkungan Tanggal: 2026 - 07 - 31 176 views Penulis: Nabiel
Perhutani KPH Cianjur Gandeng Mahasiswa UNB Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla di Sindangbarang
CIANJUR, PERHUTANI (31/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur bersama mahasiswa Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor menggelar penyuluhan dan diskusi terfokus (sharing session) bagi masyarakat desa hutan di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, pada Kamis (30/07), sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat desa hutan akan pentingnya menjaga ekosistem serta melakukan mitigasi dini terhadap Karhutla. Wilayah Sindangbarang yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan produksi dan hutan lindung menjadi fokus kegiatan. Penyuluhan menyasar petani penggarap lahan hutan (pesanggem) dan tokoh masyarakat guna mendorong penerapan metode pembukaan lahan yang lebih aman tanpa pembakaran.

Mewakili Administratur Perhutani KPH Cianjur, Jani menyampaikan bahwa pelibatan mahasiswa menjadi salah satu upaya efektif untuk membangun komunikasi yang edukatif dengan masyarakat desa hutan.

“Sinergi antara Perhutani, mahasiswa UNB, dan masyarakat Sindangbarang merupakan langkah preventif yang sangat penting. Menjaga hutan bukan hanya tugas Perhutani, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Melalui penyuluhan mitigasi Karhutla ini, kami berharap masyarakat memahami bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta mengetahui langkah awal yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Universitas Nusa Bangsa (UNB), Aa Bisma, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk membagikan pengetahuan mengenai manajemen kebencanaan dan pelestarian lingkungan. Masyarakat Sindangbarang menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi diskusi. Kami berharap materi mengenai Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) serta deteksi dini Karhutla dapat diterapkan secara konsisten demi menjaga kelestarian hutan di Cianjur,” ungkapnya.

Perwakilan tokoh masyarakat sekaligus petani hutan di Sindangbarang, Rahmat, menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

“Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani dan mahasiswa UNB atas penyuluhan ini. Melalui diskusi tersebut, kami menjadi lebih memahami cara mengolah lahan tanpa pembakaran serta semakin menyadari bahaya kebakaran hutan pada musim kemarau. Sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan, kami siap menjaga lingkungan agar tetap lestari dan aman dari kebakaran,” pungkasnya. (Kom-PHT/Cjr/HN)